Festival Film Pendek Kemenpora

No comment 258 views

Festival Film Pendek Kemenpora

Festival Film Pendek Kemenpora

Kemenpora dalam rangka menyambut pergelaran Asian Games dan Asian Para Games 2018 mengadakan Festival Film Pendek yang melibatkan sineas muda dari seluruh Indonesia.

Terpilih 10 nominasi film pendek dari ratusan yang masuk kedalam penjurian yang melibatkan aktor senior Slamet Rahardjo dan Purna Prakarya Muda Indonesia sebagai jurinya.

“Festival Film Pendek kali ini akan menjadi sebuah momentum emas bagi para sineas muda, untuk mengadu kreativitas yang beriringan dengan perhelatan akbar multi event empat tahunan tingkat Asia di Jakarta-Palembang,” ujar Asisten Deputi I Bidang Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora, Junaedi, di Teater Kemenpora, Senayan, Jakarta

“Mereka bisa berpartisipasi membuat film pendek dalam event Asian Games yang belum tentu mereka buat dalam kurun 30 tahun kedepan. Jadi eventnya seperti itu. Walaupun belum dapat juara dan hanya masuk nominasi, itu akan menjadi sebuah ingatan penting.”

Ketua Umum DPP PPMI Muh. Ramdhan Ulayo yang juga aktif sebagai atlet taekwondo nasional menuturkan, “Festival Film Pendek ini untuk pertama kali diadakan dalam rangka mendukung dan mempromosi kan Asian Games 2018, kepada masyarakat Indonesia dan dunia internasional “. Ujarnya.

Dalam dunia olahraga ini adalah ajang multi event terbesar kedua setelah Olimpiade, Asian Games adalah ajang olahraga paling bergengsi yang diselenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA/Olympic Council of Asia) di wilayah benua Asia. Serupa dengan Olimpiade, Asian Games yang diadakan setiap empat tahun sekali, dan edisi ke-XIII Asian Games kali ini kembali mempercayakan Indonesia sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya, setalah 56 tahun silam tepatnya pada tahun 1962, Indonesia dipercayakan menjadi tuan rumah pada Asian Games edisi ke- IV. Tahun 2018 ini Asian Games diselenggarakan di dua ibu kota provinsi Indonesia yaitu Jakarta dan Palembang.

Juara pertama festival ini direbut oleh peserta asal Bandung dengan judul film Adharma yang mengantongi nilai 93. Film tersebut menceritakan perjuangan atlet lari yang masih mengandalkan bantuan jimat dalam kariernya sebagai atlet.

Sementara, juara kedua diraih film produksi mahasiswa Universitas Pakuan Bogor dengan judul film Mengucap Syukur yang mengantongi skor 92. Film yang menceritakan kehidupan atlet renang difabel yang ditinggal ibunya saat persiapan Asian Para Games.

Terakhir, juara ketiga diraih film produksi Aksara Buana dari Kepulauan Riau dengan skor 91. Film yang berkisah tentang atlet dayung yang berasal dari keluarga seorang nelayan.

“Berkompetisi itu bagus. Pesan saya buat para sineas muda, jangan pernah takut membuat film,” tutur aktor kawakan Slamet Rahardjo di tempat yang sama.