Kompetisi Ballet dan Modern Dance

No comment 8 views

Kompetisi Ballet dan Modern Dance

Kompetisi Ballet dan Modern Dance

Marlupi Dance Academy pada tahun 2017 mengadakan sebuah kompetis untuk kategori ballet dan modern dance yang diikuti oleh 550 peserta lomba yang diadakan di Pakuwon Mall Surabaya.

”Ini untuk mengasah kepercayaan diri anak. Jadi, mereka tidak hanya akan menguasai teknik, tapi juga panggung,” ujar penggiat balet sekaligus pendiri Marlupi Dance Academy Marlupi Sijangga.

Para murid Marlupi yang mengikuti kompetisi itu sudah dilatih koreografi oleh tim guru di masing-masing level. Hasilnya, di atas panggung mereka tinggal mementaskan apa yang sudah diajarkan guru.

Pada kompetisi tersebut, balerina harus menguasai teknik dan artistik. Sebab, dua poin itu masuk kriteria penilaian. Para pengajar dari Marlupi Dance Academy Surabaya dan Jakarta bertindak sebagai juri. Mereka adalah Claresta Alim (Jakarta), Jonatha Pranajaya (Jakarta), dan Priscilla Moningka (Surabaya).

Setiap anak tampil dalam durasi satu hingga satu setengah menit. Para balerina memperebutkan juara pertama hingga ketiga pada masing-masing level. Dipilih pula Best Talented Dancer untuk balet dan 10 besar terbaik untuk modern dance.

Sebelumnya, Marlupi Dance Academy kerap mengadakan kompetisi lebih kecil yang diikuti 100 hingga 200 murid. ”Kompetisi dengan jumlah yang tak kalah banyak juga digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Mei 2016,” ucap Director of Performing Art Marlupi Dance Academy Claresta Alim.

Sekolah tari yang sudah berjalan tiga generasi tersebut telah melahirkan sosok-sosok berprestasi di bidang balet. Dua di antaranya balerina berprestasi yang turut tampil di panggung. Mereka adalah Brittney Ashley Sijangga, 15; dan Rebecca Alexandria Hadibroto, 11. Ashley merupakan juara I dalam kompetisi balet secara grup di Hongkong pada 2014. Sementara itu, prestasi Rebecca tak kalah membanggakan dengan mengantongi juara II pada Dance Prix Indonesia 2014 dan 2015.

Marlupi Dance Academy sebuah sekolah seni yang didirikan oleh Marlupi Sijangga. Marlupi mulai mempelajari balet saat berusia 15 tahun dari seorang keturunan Belanda yang bernama Mevrow Zaller. Ia sempat menjadi asisten pelatih di tempatnya pertama kali belajar, sebelum akhirnya mendirikan sekolah balet sendiri pada tahun 1956. Selain belajar secara otodidak, Marlupi juga mengembangkan kemampuannya dalam mengajar balet dengan mengikuti kursus di beberapa negara seperti Hongkong, Zurich, Madrid, New York, London, dan Kanada