Kontes Miss Waria Indonesia

No comment 235 views

Kontes Miss Waria Indonesia – Selama ini mungkin dibayangan kita Kontes kecantikan hanya untuk kalangan wanita saja. Namun mungkin tidak semua orang tahu, ada sebuah kontes kecantikan bukan untuk wanita tetapi untuk para waria. Kontes ini telah berjalan selama beberapa tahun di Indonesia. Biasanya diadakan secara tertutup dan rahasia. Kalangan wartawan boleh meliput tapi untuk publikasi harus sesuai dengan arahan panitai. Tertutup dan rahasia dikarenakan dikuatirkan terjadinya protes dan halangan dari pihak tertentu.

Waria berasal dari kata wanita dan pria atau wadam (lakuran dari kata hawa dan adam) adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan dalam kehidupan sehari-harinya. Secara seksual mereka adalah laki-laki (memiliki alat kelamin layaknya laki-laki), namun mereka mengekspresikan identitas gendernya sebagai perempuan. Keberadaan waria telah tercatat sejak lama dalam sejarah dan memiliki posisi yang berbeda-beda dalam setiap masyarakat. Namun demikian, tidak semua waria dapat diasosiasikan sebagai homoseksual. Pilihan menjadi waria sama sekali tidak berhubungan dengan kondisi biologis (seksual) mereka, melainkan berhubungan dengan “kebutuhan” mereka untuk mengekspresikan identitas gender-nya.

Sebutan bencong atau banci juga dikenakan terhadap waria. Namun sebutan tersebut berkonotasi negatif dan terlaulu kasar. Sedangkan terminologi priawan adalah kebalikan dari waria, yaitu pria yang secara biologis wanita, baik yang melakukan transisi ataupun tidak. Pada tanggal 16 Februari 2015 Para Priawan Indonesia mendeklarasikan Persatuan Priawan Indonesia, sebagai wadah dan Jaringan kerja antar priawan dan pusat informasi mengenai priawan Indonesia.

Umumnya, para waria bekerja di sektor informal seperti mengamen, menjadi pegawai salon, tukang pijat dan lain-lain. Di beberapa kota besar, seperti Yogyakarta misalnya, kerap dijumpai para waria mengamen di lampu merah, di warung-warung pinggir jalan, hincha di pasar. Masyarakat umum bahkan ada yang mengasosiakan pekerjaan waria sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) karena kebiasaan mereka yang gemar keluar malam.

Namun demikian, baik identitas sebagai waria maupun pekerjaan yang sedang mereka tekuni, sering dianggap negatif oleh masyarakat. Identitas gender waria dianggap melanggar kodrat Tuhan hingga negara, melalui MUI, mengeluarkan fatwa bahwa keberadaan waria adalah haram. Stereotipe negatif yang dialamatkan kepada waria tidak jarang ada yang berbuah menjadi tindakan kekerasan. Tidak sedikit waria yang pernah mengalami kekerasan, baik fisik maupun verbal, ketika sedang menjalankan pekerjaan atau sedang melakukan aktivitas lain superti mengikuti seminar.

Dibeberapa negara kontes kecantikan waria (transgender atau transeksual) menjadi sebuah ajang bergengsi seperti yang terjadi di Negara Thailand. Di Indonesia ditahun 2017 telah digelar sebuah kontes waria yang bernama Kontes Miss Waria Indonesia. Kontes ini diikuti oleh perwakilan waria dari beberapa daerah di Indonesia. Kontes ini layaknya Kontes Miss Indonesia. Para kontestan diberi kesempatan untuk mempragakan kebolehannya dalam berjalan di Catwalk, menunjukkan ketrampilan atau kebolehan yang lain dan terakhir menjawab pertanyaan dari juri.

Pada kontes tersebut terpilih kontestan dari Jakarta menjadi pemenang Kontes Miss Waria Indonesia 2017 yaitu Qie Nabh Tappii dan pemenang berhak mengikuti Miss Internasional Queen ajang kontes waria internasional di Thailand.