Lomba Perahu Dayung Sungai Kalimas

No comment 156 views

Lomba Perahu Dayung

Lomba Perahu Dayung Sungai Kalimas

Lomba Perahu Dayung Sungai Kalimas – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya M Afghani mengatakan lomba digelar setiap tahun memperingati HUT ke 73 RI yang diikuti oleh ratusan peserta.

“Selain itu kami juga ingin mengenalkan kepada masyarakat tentang olahraga air, wisata air, serta memberikan kegiatan positif khususnya bagi para pemuda,” kata Afgani usai acara di Taman Prestasi, Sabtu (10/8/2018).

Lomba perahu dayung kali ini diikuti 282 peserta yang tergabung dalam 47 tim. Terdiri dari 34 tim laki-laki dan 13 tim perempuan.

“Nantinya, peserta yang keluar sebagai pemenang lomba mendapatkan trofy, sertifikat dan uang pembinaan,” ujar Afgani.

Ke depan, lanjut dia, lomba dayung di Surabaya akan terus digelar. Sebab prestasi atlet dayung di Surabaya cukup baik dan membanggakan.

“Hal itu dibuktikan dengan diberangkatkannya 6 atlet dayung asal Surabaya dalam ajang Asian Games,” tuturnya.

Afgani menambahkan, lomba dayung perahu naga akan kembali digelar Pemkot Surabaya pada 25-26 Agustus 2018 di Monumen Kapa Selam (Monkasel).

“Saya harap masyarakat turut memeriahkan acara ini sekaligus menikmati sungai yang dulunya memiliki nilai sejarah,” tandasnya.

Sementara Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menilai, lomba perahu dayung ini akan menumbuhkan sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan.

“Bukan masalah menang atau kalah, tapi keterlibatan kalian menunjukkan kekompakan, kebersamaan dan sportivitas sebagai generasi penerus bangsa,” cetusnya

Muara Kali Mas merupakan pelabuhan tradisional Surabaya, yang telah digunakan sejak berabad-abad yang lalu. Pada masa lalu ia menjadi pintu gerbang menuju Ibukota Kerajaan Majapahit (di Trowulan), dan di sekitar sungai ini pernah terjadi pertempuran antara Raden Wijaya (pendiri Majapahit) melawan pasukan Tartar (di bawah dinasti Mongol) pada abad ke-13.

Semenjak penguasaan oleh VOC Kali Mas menjadi salah satu sarana transportasi air yang sangat ramai. Hilir mudik sampan dan perahu kecil mengangkut barang komoditi dan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan dari pelabuhan Tanjung Perak. Mereka membawa masuk komoditi tersebut ke daerah pedalaman kota, mulai dari Kembangjepun (daerah Pecinan di Surabaya) hingga ke daerah Kayun (sekarang menjadi lokasi Plaza Surabaya). Di Kayun dekat lokasi Plaza Surabaya ini bahkan pernah beroperasi jembatan gantung yang dapat diangkat saat ada kapal komoditas yang melintas masuk daerah tersebut. Kini jembatan tersebut sudah tidak dapat beroperasi lagi.