Peserta Dari Taiwan Dan Amerika Ikuti Kontes Ikan Cupang Di Kediri

Kontes Ikan Cupang Di Kediri – Penggemar ikan Betta Splendens atau lebih di kenal ikan Cupang hias ikut berpartisipasi dalam ajang 5th Kediri Betta Contest bertajuk International Betta Compettions, di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri. Peserta yang ikut pada kontes Betta Contest ini berasal dari seluruh daerah yang ada di Indonesia.

Bahkan ada juga peminatnya dari mancanegara jauh-jauh menuju ke Indonesia hanya untuk ikut ambil bagian dalam kontes tersebut. Peminatnya tak lain berasal dari Amerika Serikat, Taiwan dan Singapura.

Ir Sarjana, sebagai ketua panitia 5th Kediri Betta Contest mengatakan, pada pelaksanaan kontes betta yang kelima ini berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun lalu panitia memakai standard nasional, untuk saat ini mereka menggunakan secara Internasional Betta Congress (IBC).

“Betta Contest ini pertama kali menggunakan standard Internasional Betta Congress (IBC),” katanya.

Dikatakannya, panitia memakai standardisasi IBC kerena di Kediri banyak perekayasa atau pembudidaya benih ikan Betta.

“Kami telah mempersiapkan sebanyak 500 akuarium ikan Cupang yang akan dilombakan,” ujarnya.

Dipaparkannya, perbedaan standard nasional Betta Contest hanya penampilan pada ikan yang diutamakan. Meliputi, mulai dari bentuk ikan yang tidak boleh gemuk, sirip ikan harus sempurna berbentuk bundar 180 derajat. Apabila ikan tidak memenuhi kriteria yang telah di tentukan, dipastikan peserta tidak boleh ikut kontes.

Sehingga, dengan standard nasional maka dikuatirkan banyak peserta yang berpotensi untuk melakukan manipulasi ikan. Misalnya seperti sirip ikan itu semakin di rapikan dengan menggunakan alat potong supaya penampilan ikan menjadi lebih sempurna.

Namun kriteria dalam kontes standard IBC ini lebih mengutamakan kombinasi warna pada ikan Betta. Tidak diperkenankan rekayasa pada ikan (Disalon). Apabila ada yang ketahuan terbukti mempermak ikan, secara otomatis gugur atau didiskualifikasi dan itu sangat tidak diperkenankan.

“Standard IBC itu adalah ikan alami dari hasil pembudidayaan,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk pesertanya ini diikuti dari berbagai kota di Nusantara. Bahkan, pesertanya ada yang dari luar negeri untuk berpartisipasi pada event 5th Kediri Betta Contest ini.

“Pesertanya juga ada dari luar negeri, Amerika Serikat, Taiwan dan Singapura dan masih perjalanan menuju ke tempat kontes,” ungkapnya.

Dalam kegiatan bergengsi ini pihaknya melibatkan juri profesional yang sudah terverifikasi standard IBC. Adapun jurinya berasal dari Jakarta dan Jambi. Kegiatan kontes ikan berstandard IBC yang berlangsung hingga Minggu (4/3) ini diperuntukkan untuk mendorong pembudidaya ikan Betta agar menghasilkan ikan yang lebih variatif. Kedepannya diharapkan ditangan pembudidaya di Kediri dapat memunculkan ikan Betta yang lebih bervariasi.

“Jadi Kediri ini banyak pembudidaya ikan cupang hias adanya kontes ini dapat memacu mereka untuk menghasilkan ikan Betta standard IBC,” pungkasnya.

Adapun ketegori yang diperlombakan, kelas reguler, dark atau ligth solid colour. Longfin Doubletail, Crowntail, Shortfin Singletail (Show Plakat) dan Giant.

Optional Classes yakni Female, untuk kelas Junior meliputi Junior Longfin Singletail (Halfmoon), Junior Doubletail, Junior Crowntail, Junior Shortfin Singletail, Junior Giant. Kelas From and Finnage yaitu Longfin Singletail (Halfmoon/ Halfmoon Big Ear), Doubletail (Longfin and Shortfin), Crowntail dan Shortfin Singletail (Show Palkat/ Plakat Big Ear).